Ragam  

Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dari Dokter Hewan

Seorang pedagang memberi makan sapi kurban yang dijual di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (7/6/2024). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./rwa. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Jakarta, tiradar.id – Menjelang perayaan Idul Adha, masyarakat Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban. Salah satu aspek penting dalam pelaksanaan kurban adalah memilih hewan yang sehat dan layak untuk disembelih.

Dokter hewan lulusan Universitas Airlangga, Lucky Diba G., memberikan sejumlah kiat penting dalam proses pemilihan hewan kurban, baik sapi maupun kambing.

Pemeriksaan sebelum pemotongan, atau yang biasa disebut sebagai pemeriksaan antemortem, menjadi tahap awal yang penting. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesehatan hewan serta menghindari pemotongan hewan yang sakit. Dokter Lucky menekankan beberapa langkah yang harus dilakukan calon pembeli dalam pemeriksaan antemortem.

Pertama, perhatikan gerakan dan keaktifan hewan saat berdiri dan bergerak. Hal ini dapat memberikan petunjuk mengenai kesehatan dan kondisi keseluruhan hewan. Selanjutnya, perhatikan juga jenis kelamin, umur, serta tanda-tanda penyakit atau kelainan lainnya pada hewan. Pemeriksaan menyeluruh dari segala sudut, termasuk gigi, kuku, rambut, dan lubang tubuh, juga sangat penting dilakukan.

Dokter Lucky juga memberikan beberapa ciri yang dapat dijadikan acuan bahwa hewan tersebut sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban. Kepala yang tegak, matanya bersinar, hidung yang basah menunjukkan bahwa hewan terhidrasi dengan baik, serta tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan seperti meludah berlebihan, adalah beberapa tanda kesehatan yang perlu diperhatikan.

Selain itu, kotoran dengan konsistensi baik, urin berwarna normal, serta aktivitas hewan yang normal dan bernapas secara teratur, juga menjadi indikator kesehatan yang penting. Pastikan juga hewan tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan atau stres yang berlebihan.

Setelah proses pemilihan hewan, tahap selanjutnya adalah pemeriksaan postmortem atau setelah pemotongan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hewan kurban aman untuk dikonsumsi dan pemotongan dilakukan sesuai aturan Islam (halal) serta higienis.

Dokter Lucky menegaskan bahwa pemeriksaan postmortem dilakukan melalui pengamatan visual, perabaan, dan sayatan. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dan mengeliminasi kelainan pada karkas, daging, serta jeroan hewan.

Sebagai penutup, dalam proses kurban ini, penting bagi masyarakat untuk memahami betapa krusialnya memilih hewan yang sehat dan layak. Langkah-langkah pemeriksaan yang teliti sebelum dan setelah pemotongan menjadi kunci utama dalam menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban yang akan dikonsumsi. Semoga ibadah kurban kita diterima dengan baik dan bermanfaat bagi semua pihak.

Sumber: ANTARA