Ragam  

Waspada! Merokok Bisa Memperparah Kondisi Kesehatan Buruk Hingga 3 Kali Lipat

Jakarta, tiradar.id – Dokter spesialis penyakit dalam, yang juga sub spesialis kardiovaskular di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Ika Prasetya Wijaya Sp.PD KKV, mengingatkan kita tentang bahaya besar yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok terhadap kesehatan jantung kita.

Dalam sebuah diskusi kesehatan daring di Jakarta pada hari Senin, beliau menegaskan bahwa merokok tidak hanya meningkatkan risiko penyakit, tetapi juga membuat kondisi penyakit yang sudah ada menjadi tiga kali lebih parah dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

“Penderita darah tinggi yang juga merokok memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk mengalami peningkatan penyakit jantung koroner. Begitu pula dengan penderita diabetes, risiko mereka naik menjadi sembilan kali lipat ketika merokok. Ini semua menjadi lebih berat dengan fakta bahwa merokok sendiri juga meningkatkan risiko tiga kali lipat. Jadi, secara keseluruhan, risiko bagi perokok menjadi berlipat-lipat dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok,” ujar Dr. Ika seperti dikutip dari laman ANTARA, Selasa (11/6/2024).

Dampak negatif merokok tidak hanya berhenti pada individu yang merokok, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup orang di sekitarnya, terutama perokok pasif. “Perokok aktif tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Mereka secara tidak langsung menyebarkan penyakit yang bisa menyebabkan kondisi yang lebih serius pada perokok pasif,” tambahnya.

Selain itu, proses pemulihan bagi perokok yang sudah terkena penyakit jantung juga lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang menjalani gaya hidup sehat. Menurut Dr. Ika, perokok yang sudah terkena penyakit jantung harus rutin minum obat, beberapa di antaranya bahkan harus diminum seumur hidup tergantung pada kondisi jantung masing-masing.

Dr. Ika juga menyoroti faktor risiko lain yang berkontribusi terhadap penyakit jantung, seperti riwayat keluarga dengan penyakit jantung, stroke, atau keguguran di usia muda. “Genetik memainkan peran penting dalam hal ini, dan ada juga kondisi tambahan seperti sindrom antifosfolipid pada wanita yang dapat meningkatkan risiko keguguran atau stroke di usia muda. Semua ini harus diwaspadai dengan serius,” katanya.

Untuk mengurangi risiko penyakit jantung, Dr. Ika menyarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan mulai dari usia muda, terutama jika ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Aktivitas fisik yang teratur juga sangat penting untuk mendeteksi gangguan pada fungsi jantung secara dini. Selain itu, hindari stres karena dapat meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah dan penyempitan pembuluh darah.

Merokok bukan hanya masalah individu, tetapi juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Dengan meninggalkan kebiasaan merokok dan menjalani gaya hidup sehat, kita dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup kita serta orang-orang di sekitar kita.