Ragam  

Waspada Penyakit Kulit saat Musim Hujan, Begini Kata Dokter Spesialis Kulit

Jakarta, tiradar.id – Dokter spesialis kulit dan kelamin, Dr. dr. Fitria Agustina Sp.KK FINSDV FAADV, memberikan penjelasan mengenai sejumlah penyakit kulit yang berpotensi muncul saat musim hujan. Musim hujan, yang identik dengan kelembapan dan banjir, dapat meningkatkan risiko penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur.

Menurut Dr. Fitria Agustina, salah satu penyakit kulit yang dapat muncul akibat jamur saat musim hujan adalah kandidosis kutis. Penyakit ini umumnya dialami oleh orang yang memiliki tubuh gemuk, dan gejala biasanya muncul pada sela-sela jari kaki. Infeksi ini menyebabkan kulit di area tersebut menjadi basah atau kemerahan.

Kondisi lembap pada musim hujan juga dapat memicu penyakit jamur lainnya, seperti tinea atau kurap. Dr. Fitria menjelaskan bahwa kelembapan memungkinkan jamur tinea, yang bukan flora normal kulit, untuk berkembang. Hal ini terutama terjadi jika perlindungan kulit tidak optimal.

“Pada prinsipnya, tinea itu bukan flora normal yang ada di kulit kita. Dia tidak boleh ada di kulit kita. Tapi dia bisa berkembang biak kalau skin barrier kita tidak bagus, kalau kondisi kulit kita lembap itu akan berkembang biak dengan mudah,” ungkap Dr. Fitria seperti dikutip dari laman ANTARANews.com, Minggu (14/1/2024).

Penyakit panu, yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur, juga cenderung meningkat selama musim hujan. Kelembapan tinggi, kurangnya kebersihan, dan pakaian yang sering basah dapat menjadi pemicu timbulnya panu pada beberapa individu.

Dalam kondisi tertentu, dermatitis atopik atau eksim juga dapat dipicu oleh musim hujan. Dr. Fitria menyarankan beberapa tips untuk menghindari masalah kulit ini, termasuk menjaga kebersihan kulit, menggunakan pelembab, dan tabir surya.

Tentang penggunaan tabir surya saat musim hujan, Dr. Fitria menegaskan bahwa hal ini tetap penting karena cahaya tampak saat cuaca mendung atau berawan tetap mengandung sinar ultraviolet (UV).

“Cahaya tampak itu memang isinya selain ada UV-nya, ada juga blue light atau sinar biru, atau infrared. Nah itu ada semua di cahaya tampak,” kata Dr. Fitria.

Dalam situasi cuaca apapun, baik berawan maupun gerimis, perlindungan kulit dan perawatan yang baik tetap diperlukan untuk mencegah timbulnya masalah kulit yang umumnya berkaitan dengan musim hujan.