Jakarta, tiradar.id – Beberapa pekan belakangan ini, raksasa teknologi Apple tengah terlibat dalam serangkaian negosiasi dengan sejumlah penerbit berita terkemuka. Tujuan dari negosiasi ini adalah untuk memperoleh hak penggunaan materi mereka guna mengembangkan kecerdasan buatan (AI) generatif.
Menurut informasi dari sumber yang diutip oleh Reuters, Apple tengah merundingkan kesepakatan multitahun senilai sekurang-kurangnya 50 juta dolar Amerika Serikat untuk memperoleh lisensi atas arsip berita dari penerbit-penerbit tersebut.
Beberapa penerbit berita yang telah dihubungi oleh Apple, seperti dilaporkan oleh The New York Times, antara lain adalah kelompok Conde Nast yang memiliki majalah terkenal seperti Vogue dan The New Yorker, NBC News, serta IAC yang mengelola media seperti People, The Daily Beast, dan Better Homes and Gardens.
Meskipun telah dilakukan kontak dengan sejumlah penerbit, ada laporan yang mengindikasikan bahwa beberapa di antaranya tidak sepenuhnya antusias terhadap penawaran yang diajukan oleh Apple. Namun, hingga saat ini, Apple sendiri belum memberikan tanggapan atau komentar terkait isu ini.
Sebagai informasi tambahan, upaya Apple untuk mengamankan materi dari penerbit berita ini merupakan bagian dari strategi agresif mereka dalam berinvestasi pada integrasi AI generatif. Raksasa teknologi ini telah mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan dalam berbagai produknya, termasuk iPhone.
Dalam rilis produk terbaru pada bulan Oktober, Apple memperkenalkan laptop MacBook Pro dan komputer iMac yang diklaim dapat digunakan oleh para peneliti AI.
Dengan terus bergerak maju dalam pengembangan teknologi AI generatif, Apple berupaya untuk tidak hanya meningkatkan fungsi dasar perangkat kerasnya, tetapi juga memanfaatkan kekayaan informasi dari penerbit berita untuk mengembangkan kecerdasan buatan secara lebih luas.
Perkembangan selanjutnya dari negosiasi ini tentu akan menjadi sorotan, mengingat potensi dampaknya terhadap pengembangan teknologi kecerdasan buatan di masa mendatang.


