Malam Tahun Baru 2024, Gempa Bumi Guncang Sumedang, Jawa Barat

Ilustrasi - Gempa bumi yang tercatat oleh seismometer. ANTARA/Shutterstock/aa.

Sumedang, tiradar.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu (31/12) pukul 20.34 WIB, mengundang perhatian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Informasi ini diumumkan melalui akun resmi BMKG @InfoBMKG di media sosial.

Menurut BMKG, episentrum gempa berada di koordinat 6.85 lintang selatan dan 107.87 bujur timur, sekitar 5 kilometer barat laut Kabupaten Sumedang. Gempa tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 kilometer.

Pentingnya informasi gempa ini juga ditekankan oleh BMKG, yang menjelaskan bahwa hasil pengolahan data masih belum stabil dan dapat berubah seiring kelengkapan data yang terus dikumpulkan. BMKG memberikan prioritas pada kecepatan penyebaran informasi guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Sebelum gempa tersebut, Sumedang juga telah diguncang oleh gempa pada hari yang sama sekitar pukul 14.35 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,1. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa gempa tersebut merupakan gempa tektonik dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

Gempa tektonik dangkal, atau sering disebut gempa kerak dangkal, memiliki potensi untuk menimbulkan kerusakan yang signifikan, terutama jika terjadi di wilayah yang padat penduduk. Meskipun demikian, BMKG melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Dalam satu jam setelah gempa utama, Sumedang juga dilanda gempa susulan dengan kekuatan lebih rendah, yaitu 3,4 magnitudo. Meskipun gempa ini memiliki kekuatan lebih rendah, namun tetap perlu diwaspadai karena dapat menjadi indikasi aktivitas seismik lanjutan.

BMKG terus memantau situasi ini dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. Keberadaan gempa bumi di Indonesia, sebagai negara yang terletak di Jalur Api Ring of Fire, menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam.