Jakarta, tiradar.id – Pneumonia, atau yang kerap disebut sebagai ‘paru-paru basah’, adalah kondisi peradangan di paru-paru yang menyebabkan kantung udara paru-paru terisi dengan cairan. Akibatnya, paru-paru tidak bisa berfungsi dengan optimal. Namun, beberapa mitos mengenai penyebab paru-paru basah sering beredar, seperti kebiasaan mandi malam dan berdiam diri di depan kipas angin.
Baru-baru ini, seorang pria viral di media sosial mengaku menderita paru-paru basah akibat sering mandi di atas jam delapan malam dan kebiasaannya duduk di depan kipas angin. Pria tersebut juga diketahui merupakan perokok aktif.
Terkait hal ini, praktisi kesehatan dr. Andi Khomeini Takdir atau yang akrab disapa dr. Koko, menegaskan bahwa kedua kebiasaan tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan pneumonia. “Paru-paru basah atau pneumonia itu adalah infeksi. Tidak ada hubungan dengan mandi malam, mandi ya mandi saja,” jelas dr. Koko.
Pernyataan ini juga diperkuat oleh spesialis paru dr. Deny Noviantoro, SpP, yang menjelaskan bahwa anggapan kipas angin sebagai penyebab paru-paru basah adalah mitos belaka. Menurutnya, penyebab sebenarnya dari pneumonia adalah infeksi bakteri, virus, jamur, atau debu. Kebiasaan merokok serta menghirup asap juga dapat merusak paru-paru dan menurunkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi.
Namun, dr. Deny mengingatkan bahwa kipas angin yang kotor dan mengandung bakteri, virus, atau jamur dapat berbahaya. “Ketika kipas itu bersih dan kecepatannya wajar, tidak ada masalah, selama kita dalam kondisi yang fit,” tambahnya.
Kesimpulannya, mandi malam atau penggunaan kipas angin bukanlah penyebab langsung dari paru-paru basah. Infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme adalah penyebab utama penyakit ini.


