PPIH Imbau Jamaah Haji Tak Perlu Membawa Beras, Konsumsi Sudah Disiapkan Penuh di Makkah

Mekkah, tiradar.id – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan kepada seluruh calon jamaah haji Indonesia agar tidak membawa bahan makanan seperti beras saat berangkat ke Tanah Suci. Pasalnya, pemerintah telah menyiapkan konsumsi secara penuh selama pelaksanaan ibadah haji di Makkah.

“Karena sudah mendapat full makan, jamaah yang masih di Tanah Air tidak usah membawa makanan seperti beras dan lainnya,” ujar Kasie Konsumsi PPIH Daker Makkah, Beny Darmawan, di Makkah, Kamis (16/5).

Menurut Beny, layanan konsumsi ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah. Di Kota Makkah Al-Mukaromah, PPIH telah menyiapkan 84 kali makan selama jamaah berada di sana. Selain itu, pada masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), akan disediakan tambahan 15 kali konsumsi serta 1 kali makanan ringan.

Setiap hari, jamaah akan mendapatkan tiga kali makan – pagi, siang, dan malam – dengan menu khas cita rasa Nusantara yang telah disesuaikan agar tetap akrab di lidah jamaah Indonesia. Selama lebih kurang 28 hari di Makkah, total konsumsi yang disiapkan untuk masing-masing jamaah mencapai 84 kali makan.

Beny juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu dalam mengonsumsi makanan. “Harap dikonsumsi sesuai dengan jam yang tertera di kemasan boks makanan. Jangan ditunda karena setelah melewati waktunya, makanan sudah tidak layak dikonsumsi,” ujarnya.

Untuk menjamin kualitas dan higienitas makanan, pemerintah telah melatih para juru masak dari 57 penyedia katering yang bekerja di Makkah. Para juru masak ini mendapatkan pelatihan khusus dari tenaga profesional agar dapat menyajikan menu yang tidak hanya lezat, tetapi juga sesuai dengan standar kesehatan dan keamanan pangan.

Menu harian pun telah disesuaikan, seperti nasi kuning, telur, sayur, dan buah untuk sarapan. Sementara untuk jamaah lanjut usia (lansia), disediakan menu khusus seperti bubur tim atau nasi yang lebih lembut agar mudah dicerna.

“Menu untuk lansia menjadi prioritas kami. Kami pastikan mereka mendapat makanan yang sesuai dengan kondisi fisiknya,” tambah Beny.

Dengan adanya layanan konsumsi penuh ini, diharapkan para jamaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa khawatir soal kebutuhan makan sehari-hari.

Sumber: ANTARA