HUT ke-498, Jakarta Tegaskan Komitmen Jadi Kota Berbudaya dan Inklusif

Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Pramono Anung dan Rano Karno. Dok. Istimewa

Jakarta, tiradar.id – Jakarta baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-498 pada 22 Juni 2025 dengan penuh semarak. Puncak peringatan digelar di kawasan Monas, Gambir, melalui sebuah upacara resmi bertema “Jakarta Kota Global dan Berbudaya”. Acara tersebut dimeriahkan dengan pawai defile serta pertunjukan tari kolosal khas Betawi, menampilkan semangat pelestarian budaya lokal di tengah transformasi modern kota.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong Jakarta menjadi salah satu dari 50 kota besar dunia. Saat ini, Jakarta menempati posisi ke-74 dalam Global City Index 2024. Berbagai strategi sedang dijalankan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan daya saing, hingga pelestarian nilai-nilai budaya asli Jakarta yang menjadi ciri khasnya.

Visi pembangunan Jakarta untuk periode 2025–2029 difokuskan pada pembentukan kota yang inklusif, manusiawi, dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi DKI menargetkan agar Jakarta dapat menjadi pusat ekonomi global yang tetap menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan keberagaman sosial budaya yang telah menjadi identitas ibu kota selama berabad-abad.

Sektor pariwisata dan kebudayaan juga turut diperkuat dalam perayaan ini. Pemprov DKI meluncurkan aplikasi Jakarta Tourist Pass serta terus merevitalisasi kawasan-kawasan sejarah seperti Kota Tua. Program “Betawi Bangkit Jakarta Berbudaya” menjadi salah satu langkah nyata dalam mempromosikan budaya Betawi sebagai bagian tak terpisahkan dari daya tarik kota Jakarta di mata wisatawan.

Di sisi lain, berbagai program sosial juga terus diperluas. Pemerintah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan melalui tiga pilar utama: partisipasi warga, efektivitas program, dan responsivitas terhadap aspirasi publik. Sejumlah pencapaian telah diraih, seperti perluasan KJP Plus dan KJMU, pemutihan ijazah, subsidi air bersih, transportasi gratis, hingga pelatihan kerja dan job fair bagi warga Jakarta.

Meski perayaan telah usai, masyarakat Jakarta tetap menyuarakan harapan mereka terhadap masa depan kota. Fatiyah, warga Jakarta Timur, meminta agar pemerataan layanan kesehatan dan solusi atas banjir dan kemacetan bisa menjadi prioritas. Adira dari Jakarta Selatan berharap budaya Betawi terus diangkat dalam pembangunan. Dengan semangat ulang tahun yang ke-498, Jakarta kini melangkah menuju masa depan sebagai kota global yang modern, berbudaya, dan berpihak kepada warganya.