Dedi Mulyadi Anti Tambang kalau Tambangnya Seperti Berikut

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, hadir dan menandatangani kesepakatan tentang Pembangunan Koridor Ekonomi Masa Depan Jawa Barat pada 2025-2026, Kamis (26/2/2026).

Subang, tiradar.id– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, dirinya akan anti tambang, kalau tambang hanya dinikmati segelintir orang. Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat dilakukan penandatanganan kesepakatan tentang kawasan Rebana di Aula Gemah Ripah Gedung Sate Jl. Dipenogoro No. 22 Kota Bandung, Kamis (26/06/26).

Menurut Dedi, dia akan merubah perekonomian masyarakat sekitar lokasi tambang yang ada di Jawa Barat, agar anak-anak sekitar bisa sekolah, masyarakat memiliki rumah yang layak dan infrastrukturnya yang lebih baik lagi.

“Saya akan anti tambang, jika tambang dinikmati oleh sebagian orang. Seluruh pegawai tambang harus di asuransi baik kesehatan maupun kecelakaan kerja,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, mewakili Pemerintah Kabupaten Subang, hadir dan menandatangani kesepakatan tentang Pembangunan Koridor Ekonomi Masa Depan Jawa Barat pada 2025-2026, yang berfokus pada kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan baru.

Realisasi Investasi pada 2025, Jawa Barat mencatatkan investasi Rp296,8 triliun (109,9% dari target), menjadikannya Provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia.

Dalam pertemun tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan beberapa agenda diantaranya Kesepakatan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Dengan Kabupaten/Kota dan Mitra Di Wilayah Rebana; Komitmen Bersama Tentang Pencegahan dan Penertiban Pertambangan Tanpa Izin / Ilegal di Wilayah Jawa Barat; Fakta Integritas Pelaksanaan Usaha Pertambangan; Kesepakatan Bersama Tentang Kerja Sama Pengelolaan Sampah di Tempat Pengolahan Kompos Sarimukti; dan Kesepakatan Bersama Tentang Penanganan Dan Pengelolaan Sampah Regional Berkelanjutan di Jawa Barat. ****