Jakarta, tiradar.id – Sebanyak 5.000 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dibina oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini telah tergabung dalam Program UMKM Juara, dengan demikian status mereka juga kini jadi meningkar dari usaha mikro menjadi usaha kecil, usaha kecil menjadi usaha menengah, dan usaha menengah menjadi usaha besar, hal tersebut telah dicapai oleh sejumlah sektor usaha selama kurun waktu 2018 hingga 2023.
“Alhamdulillah setelah lima tahun RPJMD target tersebut terlampaui. Yakni sebanyak 5.000 UMKM berhasil naik kelas,” kata Kepala Bidang Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Ucup Yusuf, dalam keterangan tertulis Dinas KUK Jawa Barat, seperti dikutip dari laman Antaranews.com, Senin (29/5/2023).
Menurut Yusuf, dalam hal statistik, Jawa Barat saat ini memiliki sekitar 4,5 juta individu yang terlibat dalam usaha mikro kecil menengah (UMKM). Namun, selama lima tahun terakhir, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat berhasil secara bertahap mendorong 5.000 UMKM untuk naik ke tingkat usaha yang lebih besar.
Yusuf menjelaskan bahwa dari jutaan UMKM tersebut, sebagian besar adalah usaha mikro, sementara jumlah usaha kecil hanya beberapa puluh ribu. Oleh karena itu, fokusnya adalah untuk meningkatkan tingkat usaha dari mikro kecil ke tingkat yang lebih tinggi.
“Sehingga kami mendorong ke 5.000 UMKM yang naik kelas ini turut menyebarkan kiat-kiatnya pada pelaku UMKM lainnya,” kata dia.
Yusuf menyatakan bahwa salah satu langkah yang diambil oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat untuk membantu UMKM naik ke tingkat yang lebih tinggi adalah dengan menyelenggarakan pelatihan mengenai pemanfaatan media sosial TikTok di Pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Bandung.
Selain itu, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat juga memiliki layanan helpdesk UMKM yang siap memberikan konsultasi kepada para pelaku UMKM, meskipun sebenarnya tugas tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kota dan kabupaten.
“Lalu kami juga punya program podcast, webinar, talkshow sebagai upaya sosialisasi. Cara pemberdayaan itu tidak hanya pendampingan tapi sosialisasi, seminar dan virtual itu tepat daripada pertemuan langsung datang ke sini mereka biasanya keteteran membagi waktu,” ujarnya
Dalam konteks tersebut, Yusuf menyatakan bahwa Program UMKM Juara merupakan salah satu program andalan yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Ikhtiar ekonomi rakyat termanifestasi dalam koperasi dan usaha kecil. Target kami untuk meningkatkannya tahun depan, Insya Allah ketika situasi Covid sudah lebih stabil dan anggaran normal. Kami berencana meningkatkan target dan juga menambah jumlah pendamping,” ucapnya.
Yusuf menjelaskan bahwa salah satu kunci kesuksesan mencapai target adalah melalui penugasan 170 pendamping, yang terdiri dari 27 koordinator daerah dengan berbagai latar belakang, termasuk praktisi dan akademisi.
“Ini berarti peran pendamping sangat penting. Mereka bekerja dengan cepat dan meski mendapatkan dukungan anggaran yang terbatas dari provinsi, bahkan pada tahun 2020 saat pandemi, kami hanya membayarkan satu bulan gaji, namun target berhasil tercapai. Pendamping merupakan pahlawan,” tambahnya.
Di sisi lain, Koordinator Daerah Pendamping UMKM Jabar Juara Kabupaten Bandung, Milah Kamilah Muslimat, menambahkan bahwa pada tahun 2019, salah satu UMKM di Kabupaten Bandung berhasil menjadi juara UMKM terbaik di provinsi Jawa Barat.
Milah mengungkapkan bahwa mereka adalah produsen kantong urine yang saat ini sukses mengekspor produknya ke Malaysia dan Timur Tengah.
“Kini, juga terdapat banyak produk inovatif yang bagus dan kreatif,” katanya.
Milah menekankan bahwa kunci kesuksesan pendamping adalah memiliki kapasitas dan kompetensi dalam berbagai bidang, seperti ekonomi digital, manajemen sumber daya manusia, dan literasi keuangan.
“Dalam pelatihan UMKM ini, kami mengoptimalkan potensi mereka dan memberikan pelatihan gratis, termasuk pemotretan produk, cara pemasaran offline dan online, seperti yang dilakukan saat ini melalui TikTok,” ungkapnya. (*)
Berita ini sudah dimuat di ANTARANews.com dengan judul 5.000 UMKM binaan Pemprov Jawa Barat telah naik kelas

