Jakarta, tiradar.id — Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) mengecam keras tindakan Israel yang dinilai sengaja membungkam kebenaran melalui pembunuhan terhadap ratusan jurnalis di Jalur Gaza. Sejak 7 Oktober 2023, tercatat 304 jurnalis tewas akibat agresi militer Israel.
“Pembunuhan yang mereka lakukan sangat keji pada para wartawan. Ini menunjukkan mereka bukan saja membunuh manusia, tapi ingin membungkam kebenaran. Mereka tidak mau ada suara-suara, kecuali suara mereka,” ujar Ketua Komite Pelaksana ARI-BP, Zaitun Rasmin, dalam acara Diskusi dan Konferensi Pers Solidaritas Media untuk Gaza di Jakarta, Kamis (14/8).
Acara tersebut digelar ARI-BP bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai respons atas insiden terbaru di Gaza, ketika tentara Israel mengebom tenda jurnalis di sekitar Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza Utara. Serangan itu menewaskan lima jurnalis yang tengah bertugas meliput situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Menurut Zaitun, serangan terhadap tenda jurnalis tersebut merupakan tindakan yang disengaja dan terencana. Data ARI-BP menunjukkan, jumlah jurnalis yang tewas di Gaza telah melampaui korban dari seluruh perang besar sebelumnya, termasuk Perang Dunia I dan II, Perang Vietnam, hingga Perang Afghanistan.
“Betapa kejamnya, sudah membunuh, sudah membantai, juga tidak mau ada pemberitaan. Seolah-olah mereka baik-baik saja, padahal sebenarnya sangat kejam,” kata Zaitun.
Ia menegaskan, jurnalis adalah pihak yang seharusnya dilindungi dalam situasi perang. Tindakan Israel ini, lanjutnya, berpotensi menjadi preseden buruk jika dibiarkan. ARI-BP pun menyerukan agar kekejaman terhadap pekerja media di Gaza terus disuarakan di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, Zaitun menyoroti pentingnya perjuangan untuk kemerdekaan penuh Palestina demi mengakhiri aneksasi dan kekerasan yang dilakukan rezim zionis. ARI-BP mengajak seluruh jurnalis di Indonesia untuk konsisten menyampaikan kebenaran dan menunjukkan solidaritas terhadap sesama awak media di Gaza.
“Mari lindungi para wartawan, lindungi kemanusiaan, dan hentikan kekejaman luar biasa ini,” tegasnya.


