Kebakaran Melanda Pasar Cipunagara Subang, Kerugian Hingga Miliaran Rupiah

Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar ratusan kios di Pasar Cipunagara, Kabupaten Subang, Kamis (28/3/2024) malam. (Foto: iNews TV) Artikel ini telah tayang di jabar.inews.id dengan judul " Kebakaran di Subang, Ratusan Kios Pasar Cipunagara Ludes Dilalap Api saat Tarawih ", Klik untuk baca: Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar ratusan kios di Pasar Cipunagara, Kabupaten Subang, Kamis (28/3/2024) malam. (Foto: iNews TV)

Subang, tiradar.id – Pada Kamis malam (28/3/2024), ratusan kios di Pasar Cipunagara, Kabupaten Subang, menjadi korban amarah api yang meluap. Kebakaran tersebut menimpa pasar ramai ini saat sebagian besar warga sedang melaksanakan shalat tarawih.

Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka-luka, namun kerugian material yang ditanggung para pemilik kios diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab pasti dari kebakaran tersebut, namun diduga kuat akibat korsleting listrik. Di tengah upaya pemadaman yang intensif, petugas pemadam kebakaran dibantu oleh para pedagang dan warga setempat yang berjuang keras untuk memadamkan laju api yang membara.

Kepala Desa Tanjung, Sunaryo, menyatakan bahwa sebanyak 120 kios menjadi korban dari kebakaran tersebut. Mayoritas dari kios yang terbakar adalah milik pedagang sembako, pakaian, dan plastik. “Diperkirakan sebanyak 60-70 persen kios di Pasar ludes terbakar. Rata-rata kios yang terbakar pedagang sembako, pakaian, dan plastik,” ujarnya.

Doni Suparman, Kasie Ops Satpoldam Subang, menjelaskan bahwa dalam upaya pemadaman ini, tujuh mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan. Namun, proses pemadaman juga menghadapi kendala, terutama dalam hal pasokan air yang terbilang jauh dari titik kebakaran.

“Kita telah menurunkan 7 unit mobil damkar dibantu dari PMI dan BPBD. Namun sumber air lokasinya cukup jauh, tapi kita berhasil melakukan penyekatan sehingga api tidak semakin merambat,” ungkap Doni Suparman.

Kejadian tragis ini menjadi pukulan berat bagi para pedagang dan pemilik kios yang kehilangan sumber penghasilan mereka.