Jakarta, tiradar.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) baru-baru ini menggelar acara konsolidasi nasional, yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan jajaran pengurus KPU daerah di seluruh Indonesia.
Acara ini tidak hanya menjadi forum untuk memperkuat koordinasi antara KPU pusat dan daerah tetapi juga bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan secara serentak.
Acara konsolidasi tersebut dihadiri oleh Menko Polhukam Mahfud Md, Mendagri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Ketua KPK sementara Nawawi Pomlango, dan pimpinan BPK. Semua pejabat KPU dari tingkat pusat, daerah kabupaten, dan kota juga turut serta dalam acara ini.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut memeriahkan konsolidasi nasional tersebut. Dalam pidatonya, Jokowi memberikan beberapa pesan kepada KPU terkait persiapan menghadapi Pemilu 2024 yang semakin dekat.
Presiden Jokowi menekankan urgensi persiapan KPU dari tingkat pusat hingga daerah. Dalam sambutannya, Jokowi menyatakan, “Tidak ada kata yang lain, KPU dari pusat sampai daerah harus siap.” Pernyataan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan kelancaran dan keberhasilan Pemilu 2024.
Jokowi juga menyoroti pentingnya menjalankan Pemilu dengan jujur dan adil. Dengan menyebutkan bahwa Pemilu tinggal beberapa puluh hari lagi, Jokowi menegaskan perlunya kesiapan maksimal dari KPU. “Siap menjalankan pemilu yang jujur dan adil, yang dipercaya oleh rakyat. Dan pemilu 2024 tinggal 45 hari, waktunya sudah sangat dekat,” ucap Jokowi.
Dalam konteks kompleksitas Pemilu 2024, Jokowi menjelaskan bahwa ini merupakan pemilu serentak untuk presiden-wakil presiden, DPR, DPD, DPRD provinsi, dan kabupaten/kota. Jokowi menyatakan, “Pemilu tahun 2024 ini sangat kompleks, ini pemilu serentak Pilpres, DPR, DPD, DPRD provinsi, kabupaten, dan kota.”
Jokowi memberikan gambaran angka yang melibatkan 204 juta orang dari 38 provinsi, 514 kabupaten dan kota, 7.277 kecamatan, 83.771 desa, melibatkan 18 partai politik nasional dan 6 partai lokal Aceh.
Dengan demikian, Jokowi menekankan bahwa persiapan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tata kelola, kesiapan petugas, logistik, distribusi, hingga kesiapan sistem dan teknologi.
Sebagai penutup, Jokowi mengingatkan, “Kita bisa bayangkan betapa sangat kompleks pemilu kita ini, sangat kompleks sekali, dan semua ini adalah perintah UU, harus dijalankan sebaik-baiknya.” Dengan demikian, konsolidasi nasional ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Pemilu 2024 di Indonesia.

