Jakarta, tiradar.id – Baru-baru ini, media sosial diramaikan oleh imbauan untuk tidak minum teh setelah makan bakso. Imbauan ini pun menjadi viral dan mendapat beragam respons dari netizen yang mungkin pernah menikmati kombinasi teh dan bakso.
Namun, apakah benar bahwa minum teh setelah makan bakso dapat berdampak negatif pada kesehatan kita? Mari kita simak penjelasan dari ahli gizi dan kesehatan.
Menurut Diajeng Anjalna Gakusha A.Md. Gz, seorang ahli gizi sekaligus pendiri Ruang Gizi Indonesia, memang ada beberapa zat gizi yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi bersamaan, termasuk di antaranya adalah kafein, tanin, dan zat besi.
Seperti diketahui, Kafein dan tanin adalah komponen yang ada di dalam teh, sementara zat besi banyak terdapat dalam bakso.
Poin utama dari pernyataan Diajeng adalah bahwa tanin, yang tinggi kandungannya dalam teh, dapat mengikat zat besi dan membuatnya sulit untuk diserap oleh tubuh.
Zat besi sendiri memiliki peran penting dalam membantu distribusi oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, jika kita minum teh setelah makan bakso, tanin dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi yang diperlukan oleh tubuh kita.
Namun, bukan hanya teh yang perlu dihindari saat mengonsumsi makanan tinggi zat besi. Menurut Diajeng, susu atau produk tinggi kalsium, kopi, teh coklat, makanan kaya serat, dan kacang-kacangan juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi zat besi.
Oleh karena itu, disarankan untuk memilih air putih atau minuman tinggi vitamin C, seperti es jeruk atau jus buah, saat atau setelah makan bakso atau makanan tinggi protein lainnya. Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh.
Selain itu, ada beberapa dampak negatif yang dapat muncul jika kita terlalu sering minum teh setelah makan. Menurut Ira Purnamasari, seorang dosen dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, salah satu dampaknya adalah anemia.
Anemia terjadi karena tanin dalam teh mengganggu penyerapan zat besi oleh tubuh, yang dibutuhkan untuk produksi sel darah merah. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Dalam kondisi anemia, seseorang dapat merasa lesu, lelah, letih, lemah, dan lalai.
Dampak lain dari minum teh setelah makan adalah gangguan pencernaan. Kafein dalam teh dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, yang mungkin berujung pada mual, nyeri ulu hati, dan diare.
Terakhir, minum teh secara berlebihan, terutama jika ditambah dengan gula dan susu tinggi lemak, juga dapat meningkatkan risiko diabetes dengan peningkatan kadar gula darah sebagai dampaknya.
Jadi, sementara ada beberapa alasan untuk mempertimbangkan agar tidak minum teh setelah makan bakso, seperti pengaruh tanin terhadap penyerapan zat besi, penting untuk diingat bahwa keseimbangan dan variasi dalam pola makan yang sehat tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh kita.


