Ragam  

Fenomena Berburu Koin Berhadiah di Kota Bandung Merusak Fasilitas Umum

Bandung, tiradar.id – Fenomena warga berburu koin berhadiah melalui aplikasi Jagat telah melanda Kota Bandung sejak awal tahun 2025. Aplikasi yang bisa diunduh melalui Google Play Store ini memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk mencari koin berhadiah di berbagai fasilitas publik, termasuk taman-taman di pusat kota. Namun, aksi ini menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum di sejumlah taman yang ada.

Warga yang terlibat dalam perburuan koin ini tidak hanya terdiri dari orang dewasa, tetapi juga pelajar. Dalam permainan ini, ada tiga jenis koin yang dapat diburu, yaitu perunggu, perak, dan emas. Nilai hadiah yang bisa didapatkan berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 100 juta. Setelah pengembang aplikasi mulai menyebarkan koin-koin tersebut di area publik, antusiasme masyarakat meningkat, meskipun dampak negatifnya mulai terlihat.

Salah satu taman yang terdampak adalah Taman Tegallega. Kerusakan yang terjadi mencakup lantai keramik, karpet rumput sintetis, dan tanaman di area taman. Ragil Pamungkas, salah seorang petugas pemeliharaan di Taman Tegallega, mengungkapkan bahwa awalnya ia mengira warga yang datang adalah pengunjung biasa. Namun, setelah diperiksa, mereka rupanya sedang berburu koin, yang akhirnya menyebabkan kerusakan fasilitas di taman tersebut.

Menurut pantauan Kompas pada Selasa (14/1/2025), lebih dari 50 titik kerusakan ditemukan di area Taman Tegallega. Untuk itu, Ragil bersama 9 petugas lainnya mulai melakukan perbaikan pada fasilitas yang rusak. Proses perbaikan dimulai sejak pagi dan difokuskan pada kerusakan yang paling parah.

Yuli Eka Dianti, Pelaksana tugas Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bandung, menjelaskan bahwa kerusakan juga terjadi di 10 taman tematik lainnya di kota tersebut. Kerusakan yang paling banyak ditemukan terjadi pada tanaman dan lantai keramik di beberapa taman. Taman Metrologi Sukajadi dan Taman Tegallega menjadi dua taman dengan kerusakan yang paling parah.

Pemerintah Kota Bandung telah meminta pihak pengembang aplikasi Jagat untuk menghentikan permainan ini. Yuli menegaskan bahwa meskipun pihak pengembang beralasan bahwa permainan ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas warga di fasilitas publik, cara permainan yang diterapkan sangat merugikan dan harus dihentikan.

Sebagai upaya perbaikan, Pemkot Bandung telah bertemu dengan pihak pemasaran aplikasi Jagat pada Senin (12/1/2025). Dalam pertemuan tersebut, pihak Pemkot meminta agar penyedia aplikasi bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi di 10 taman tersebut. Meskipun demikian, pihak Pemkot menegaskan bahwa ganti rugi kerusakan tidak akan berupa uang, melainkan pihak pengembang diharapkan untuk memperbaiki fasilitas yang rusak.

Pihak penyedia aplikasi Jagat, melalui keterangan yang diberikan kepada media, meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh perburuan koin ini. Mereka juga mengingatkan pengguna aplikasi agar menghormati lingkungan publik dan tidak merusak fasilitas saat berpartisipasi dalam acara tersebut.

Fenomena ini mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran akan dampak suatu permainan atau kegiatan terhadap lingkungan sekitar, serta perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap aplikasi-aplikasi yang mengajak masyarakat untuk beraktivitas di ruang publik.