Ragam  

Pakar Jelaskan 5 Makanan Ini Sebaiknya Tidak Dibeli dari Supermarket

Jakarta, tiradar.id – Supermarket adalah tempat yang nyaman untuk berbelanja makanan sehari-hari. Namun, tidak semua makanan di supermarket memiliki standar keamanan yang tinggi.

Seorang pakar keamanan makanan, Jagdish Khubchandani, membagikan pandangannya tentang makanan yang sebaiknya tidak pernah dibeli dari supermarket.

Berdasarkan pandangan tersebut, berikut adalah lima jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari saat berbelanja di supermarket:

  1. Buah Potong

Buah potong yang dijual di supermarket mungkin terlihat praktis dan siap saji, tetapi ada risiko tersembunyi di balik kenyamanan ini. Proses pemotongan buah potong di supermarket bisa menjadi tempat masalah.

Beberapa pekerja di bagian produksi mungkin tidak menjaga kebersihan dengan baik, seperti tidak mencuci tangan dengan benar, bahkan setelah membersihkan lantai. Dalam kondisi seperti ini, buah potong menjadi rentan terhadap kontaminasi silang, dan patogen dapat berkembang sebelum buah itu dibeli oleh pelanggan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari membeli buah potong dan lebih baik memotong buah sendiri di rumah untuk memastikan keamanannya.

  1. Makanan Siap Saji

Makanan siap saji adalah pilihan yang nyaman untuk orang yang sibuk. Namun, makanan siap saji juga memiliki risiko tertentu. Sulit untuk menjaga makanan siap saji tetap dalam suhu yang aman. Makanan seperti ini sering disimpan dalam “zona bahaya” suhu antara 4 hingga 60 derajat Celsius. Di zona ini, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat, menyebabkan risiko keracunan makanan.

Selain itu, makanan siap saji di supermarket juga rentan terhadap kontaminasi silang. Oleh karena itu, jika memungkinkan, sebaiknya pilih opsi makanan yang belum siap saji dan masak sendiri di rumah.

  1. Makanan dengan Warna yang Kurang Cerah

Makanan dengan warna yang kurang cerah atau terlihat pucat adalah tanda peringatan. Penampilan makanan adalah faktor penting dalam menentukan keamanan dan kualitasnya. Roti yang berjamur, daging yang lembek, atau makanan dengan warna yang tidak segar bisa menjadi indikasi bahwa makanan tersebut sudah tidak layak konsumsi.

Saat membeli daging, pastikan itu terlihat segar, berwarna cerah, dan tidak memiliki bagian yang pucat atau berbau. Perhatikan juga apakah pegawai supermarket menggunakan sarung tangan berstandar saat menyiapkan makanan untuk menghindari kontaminasi silang.

  1. Makanan dengan Kemasan Rusak

Makanan yang memiliki kemasan rusak sebaiknya dihindari. Kemasan makanan biasanya dirancang untuk melindungi isinya dari kontaminasi dan kerusakan. Jika kemasan rusak, ada kemungkinan bahwa makanan di dalamnya telah terpapar udara, kelembaban, atau bahkan patogen. Kualitas dan keamanan makanan bisa terganggu dalam kasus ini.

Sebagai konsumen yang bijak, jangan tergoda dengan produk makanan yang diskon karena kemasannya rusak. Lebih baik memilih produk makanan yang dalam kondisi baik dan aman.

  1. Produk di Area Konter Daging

Pakar keamanan makanan tidak merekomendasikan pembelian daging, terutama ayam atau daging giling, dari konter daging di supermarket. Karyawan yang menangani produk di sana mungkin kurang tahu tentang praktik keamanan pangan yang baik, termasuk menjaga kebersihan dan suhu yang aman.

Risiko bahwa mereka datang bekerja dalam keadaan sakit atau tidak mengikuti prosedur yang benar dapat membuat produk-produk ini menjadi kurang aman untuk dikonsumsi.

Sebagai alternatif, lebih baik membeli produk dengan label perusahaan yang jelas, tanggal kedaluwarsa, dan kode lot untuk memastikan keamanan makanan.