Ragam  

Pentingnya Asupan Gizi Tepat untuk Mencegah Stunting pada Balita

Kader posyandu mengukur lingkar kepala anak balita saat program posyandu bulan Februari 2024 di Desa Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (20/2/2024). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom.

Jakarta, tiradar.id – Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi IPB, Ali Khomsan, menekankan pentingnya asupan gizi yang tepat untuk balita dan anak-anak. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi yang baik sejak dini merupakan salah satu cara efektif untuk mencegah stunting, yang masih menjadi masalah kesehatan pada anak-anak di Indonesia.

Ali Khomsan juga menyoroti pola konsumsi umbi-umbian yang umum dilakukan oleh masyarakat di wilayah timur Indonesia. Ia menjelaskan bahwa umbi-umbian tidak setara dengan beras dan jagung dalam hal kandungan protein dan energi.

“Cerealia seperti beras dan jagung memiliki kandungan protein dan energi yang lebih tinggi dibandingkan umbi-umbian. Oleh karena itu, konsumsi umbi-umbian oleh anak-anak perlu diimbangi dengan sumber gizi lainnya,” ujar Ali dalam wawancara dengan Pro3 RRI, Minggu (29/9/2024).

Untuk masyarakat di wilayah timur Indonesia, Ali menyarankan penambahan sumber protein hewani untuk mencukupi kebutuhan protein harian. Menurutnya, protein hewani memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan protein nabati dalam hal penyerapan dan kandungan gizinya. “Sumber protein hewani sangat dianjurkan untuk mendukung pertumbuhan anak-anak, dan susu sapi merupakan pilihan terbaik untuk asupan kalsium,” tambahnya.

Namun, Ali juga mengingatkan bahwa susu kedelai dapat menjadi alternatif jika anak mengalami intoleransi laktosa. Selain itu, pengawasan terhadap asupan gizi serta kunjungan rutin ke posyandu dianggap sebagai langkah penting dalam mencegah stunting.

Dengan demikian, orang tua dan pengasuh diharapkan lebih memperhatikan keseimbangan gizi anak, termasuk pemilihan sumber protein yang tepat, agar anak-anak dapat tumbuh optimal dan terhindar dari masalah gizi buruk seperti stunting.