Ragam  

Tidak Hanya Sekedar Nikmat, Makan dengan Tangan Ternyata Punya Banyak Manfaat

Jakarta, tiradar.id – Bagi sebagian besar orang, makan dengan peralatan makan seperti sendok, garpu, atau sumpit adalah hal yang umum dan biasa dilakukan. Namun, tahukah Anda bahwa mencoba pendekatan langsung tanpa alat makan dapat memberikan pengalaman bersantap yang benar-benar baru dan memiliki manfaat kesehatan yang mengejutkan?

Sebuah artikel yang dipublikasikan oleh laman Medical Daily pada Selasa (26/12) menyoroti pandangan dari Dr. Pallatheri Nambi Namboodiri, direktur Rumah Sakit Nagarjuna Ayurveda di Kerala, India selatan.

Dr. Namboodiri menjelaskan bahwa makan dengan tangan dapat berkontribusi pada menjaga keseimbangan metabolisme, suatu faktor penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan.

Dalam pandangannya, sentuhan adalah indera yang sangat penting yang terkait erat dengan kesehatan. Ketika kita menggunakan tangan untuk makan, setiap indera mendapat nutrisi.

“Saat kita makan, kita melihat makanan, mencium makanan, dan juga berbicara tentang makanan. Keempat indera ikut ambil bagian dalam proses tersebut. Jika kita makan dengan tangan, kita juga menyertakan sensasi sentuhan,” ungkap Dr. Namboodiri seperti yang dimuat di laman ANTARANews.com, dikutip Kamis (29/12/2023).

Selain itu, makan dengan tangan juga dianggap sebagai cara terbaik untuk mencampurkan makanan dan menghasilkan rasa yang tepat. Dr. Namboodiri menunjukkan bahwa proses ini memiliki manfaat terapeutik dalam menyeimbangkan “tridoshas” dalam tubuh manusia, yang merupakan tiga energi dasar yang diatur oleh Ayurveda, yaitu “vata,” “pitta,” dan “kabha.”

Studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Journal of Retailing menemukan bahwa orang yang memiliki kontrol diri baik dan menyentuh makanan langsung dengan tangan mereka, bukan dengan alat makan, merasa makanan tersebut lebih enak dan memuaskan, bahkan mereka makan lebih banyak.

Pentingnya sentuhan dalam merasakan makanan juga disoroti oleh penelitian tahun 2022 dalam International Journal of Gastronomy and Food Science. Makan dengan tangan membantu seseorang memperoleh informasi berguna tentang makanan, seperti kesegaran, kematangan, dan suhu makanan.

Tak hanya itu, makan dengan tangan juga dapat memperlambat laju makan karena merupakan proses yang lebih disadari. Ini memberi otak cukup waktu untuk merespons saat kenyang, memperbaiki pencernaan, dan menyeimbangkan gula darah, sehingga dapat menurunkan risiko diabetes.

Tidak hanya bermanfaat untuk orang-orang dengan keterbatasan motorik dalam mengatur peralatan makan, beralih makan dengan tangan dan memilih makanan kecil juga bisa menjadi pilihan yang bermanfaat, terutama bagi orang lanjut usia.

Jadi, makan dengan tangan bukan hanya soal kenikmatan kuliner, tetapi juga menghidupkan kembali praktik kuno yang memiliki dampak positif pada kesehatan.