Jakarta, tiradar.id – Kebiasaan begadang atau tidur terlalu larut malam mungkin adalah hal yang biasa bagi sebagian orang. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat memiliki dampak yang serius pada kesehatan, khususnya dalam hal risiko terkena diabetes tipe 2, terutama bagi wanita paruh baya.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine mengungkapkan temuan mengejutkan. Studi ini melibatkan 63.676 perawat wanita berusia antara 45 dan 62 tahun yang tidak memiliki riwayat kanker, penyakit kardiovaskular, atau diabetes pada awal penelitian pada tahun 2009. Mereka kemudian dipantau hingga tahun 2017.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang cenderung begadang atau tidur larut malam memiliki risiko 54% lebih tinggi menjalani gaya hidup tidak sehat dibandingkan dengan mereka yang tidur lebih awal. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa orang yang suka tidur malam menghadapi risiko diabetes yang lebih tinggi, dengan peningkatan risiko mencapai 72%.
Penelitian ini mempertimbangkan faktor-faktor gaya hidup lainnya seperti indeks massa tubuh (BMI), aktivitas fisik, pola makan, dan merokok. Meskipun faktor-faktor ini memengaruhi hasil penelitian, namun hal tersebut tidak cukup untuk mengubah temuan akhir.
Dr. Sina Kianersi, penulis utama studi ini, mengungkapkan bahwa kebiasaan tidur malam juga dikaitkan dengan perilaku negatif lainnya seperti merokok dan kurang berolahraga. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara kurang tidur dan gaya hidup tidak sehat.
Efek dari perubahan jam kerja pada metabolisme dan resistensi insulin juga menjadi sorotan dalam penelitian ini. Meskipun hal ini telah menjadi perhatian dalam literatur medis, studi ini menunjukkan peningkatan risiko diabetes tipe 2 terjadi pada pekerja shift harian, yang merupakan pengamatan yang menarik.
Meskipun penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti partisipan yang terbatas pada perawat wanita berusia paruh baya dan hasil laporan sendiri, temuan ini tetap menjadi peringatan penting tentang hubungan antara tidur dan kesehatan. Hal ini juga konsisten dengan pengetahuan yang telah ada sebelumnya tentang dampak tidur buruk pada kesehatan.
Tidur adalah bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh. Tidur yang cukup membantu menjaga kadar gula darah dan berat badan yang sehat. Oleh karena itu, jika Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup, tubuh Anda mungkin akan kesulitan menjaga keseimbangan gula darah dan berat badan yang sehat, meskipun Anda menerapkan gaya hidup sehat seperti makan dengan baik dan berolahraga.
Menurut pakar kesehatan, Courtney D’Angelo, tidur yang buruk dapat mengganggu hormon metabolisme penting yang dapat memengaruhi kadar gula darah Anda.
Penting untuk diingat bahwa diabetes adalah masalah kesehatan yang serius di Amerika Serikat. Data dari CDC menunjukkan bahwa diabetes memengaruhi sekitar 37,3 juta orang atau 11,3% dari populasi. Terdapat juga sekitar 28,7 juta orang yang telah didiagnosis menderita diabetes dan 8,5 juta lainnya belum terdiagnosis. Bahkan, hampir 38% dari orang dewasa berusia 18 tahun ke atas menderita pradiabetes.
Untuk mengurangi risiko diabetes, Anda dapat mengambil beberapa tindakan, seperti mengurangi konsumsi karbohidrat, berhenti merokok, dan meningkatkan aktivitas fisik sepanjang hari. Tentu saja, salah satu langkah yang mudah dan dapat Anda lakukan adalah tidur lebih awal dan memastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup setiap malam. Kesehatan Anda adalah investasi yang berharga, dan tidur yang cukup adalah salah satu langkah penting menuju kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.


