Jakarta, tiradar.id – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa destinasi wisata di wilayah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, tetap aman untuk dikunjungi wisatawan. Pernyataan ini disampaikan menyusul polemik yang muncul akibat aktivitas tambang nikel di sebagian wilayah Raja Ampat yang sempat memicu penutupan sementara akses ke Pulau Wayag dan Manyaifun Batangpele.
“Kementerian Pariwisata terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan siap mengambil langkah-langkah adaptif untuk mendukung masyarakat lokal agar tetap menjadi pilar utama dalam pembangunan pariwisata yang berdaya tahan dan inklusif,” ujar Menteri Widiyanti dalam keterangan pers resmi di Jakarta, Jumat (13/6).
Menteri Widiyanti juga menegaskan bahwa wisatawan tetap dapat menikmati keindahan Raja Ampat karena masih banyak destinasi unggulan lainnya yang aman dan terbuka untuk dikunjungi. Beberapa di antaranya adalah lokasi penyelaman populer seperti Manta Point, Cross Wreck, Cape Kri, dan Blue Magic yang terkenal akan kekayaan bawah lautnya.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para pelancong, Kementerian Pariwisata telah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Dalam Negeri, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat lokal. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh kawasan wisata tetap kondusif.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri juga telah memberikan arahan langsung kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat agar senantiasa menjaga dan melindungi wisatawan dari potensi gangguan.
Dengan jaminan keamanan dan keindahan alam yang tetap terjaga, Raja Ampat diyakini akan terus menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.


