Subang, tiradar.id– Jum’at (14/7/2023), SMA PGRI 1 Subang, akan mulai melakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS, red). Wakasek Kesiswaan SMA PGRI 1 Subang, Ayi Kuswandi S.Kom mengatakan, Selain mengenalkan lingkungan sekolah, mereka juga memberikan pembinaan Patriotisme kepada para siswa didik baru.
“Pada saat masa MPLS, selain memberikan pengetahuan tentang lingkungan sekolah, kami juga memberikan bekal pengetahuan umum,” ujar Ayi.
Pengetahuan dimaksud, tambah Ayi, pihaknya telah bekerjasama dengan Koramil Subang, Polsekta Subang serta dengan PMI Subang dan Pramuka Kwaran Subang. Dengan Koramil, menurut Ayi, para siswa memiliki sikap nasionalisme serta bela negara.
“Sedangkan dengan pihak Kepolisian, Kapolsek akan memberikan pengetahuan tentang sebab akibat penggunaan narkoba dan kenakalan remaja, sehingga, para siswa dapat menghindarinya,” jelas Ayi.
Sedangkan dengan PMI, menurut Ayi, pihak sekolah memberikan bekal tentang kesehatan kepada siswa didik baru yang jumlahnya sekitar 200 orang siswa. Pun demikian halnya dengan pihak Kwaran Pramuka Subang.
“Outputnya, para siswa SMA PGRI 1 Subang, memiliki jiwa Patriotisme,” tegas Ayi.
Untuk konsep acara MPLS sendiri, menurut Ayi, dibuat konsep semenarik mungkin dan seceria mungkin, dimana peserta didik wajib mengeksplore bakat dan potensi masing- masing, sehingga dengan adanya kegiatan tersebut, anak bisa mengasah potensi dan menguji mental anak. Selain itu, menurut Ayi, agar anak menjadi betah.
“Kami juga menerapkan sebuah aturan, tidak dibenarkan ada perpeloncoan, dan yang terpenting, segala keperluan peserta didik, seperti pembuatan name tag, semua sudah menjadi tanggungjawab pihak sekolah,” jelas Ayi.

Terkait dengan kurikulum pendidikan yang dilaksanakan di SMA PGRI 1 Subang, menurut Ayi, SMA PGRI 1 Subang, sudah menerapkan kurikulum merdeka sejak tahun ajaran 2022/2023. Namun, masih kurikulum merdeka mandiri belajar.
“Untuk tahun kemarin SMA PGRI 1 Subang menggunakan kurikulum merdeka mandiri belajar. Tahun ini, Kami dituntut oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk mampu menerapkan kurikulum merdeka, dan Insya Allah, kami sudah bisa menerapkannya,” jelas Ayi.(***)


