Ragam  

Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Saat Memberikan Makanan Sehat pada Anak

Ilustrasi anak berbuka puasa (ANTARA/Pixabay)

Jakarta, tiradar.id – Memberikan makanan sehat kepada anak bukan sekadar memilih bahan makanan bergizi, tetapi juga mencerminkan pola asuh dan kesadaran gizi dari keluarga. Hal ini ditekankan oleh Konsultan Nutrisi Metabolik Anak, dr. Yoga Devaera, Sp.A(K), dalam sebuah diskusi daring yang digelar di Jakarta.

Menurut dr. Yoga, yang juga berpraktik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, prinsip utama dalam pemberian makanan adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak secara optimal. Dan semua itu, kata dia, berawal dari rumah.

“Orang tua perlu memberikan contoh kepada anak serta menjelaskan pentingnya makanan bergizi,” ujar Yoga.

Pentingnya Memberi Teladan Sejak Dini

Peran orang tua sangat vital dalam membentuk kebiasaan makan anak. Memberikan makanan bergizi seimbang harus dibarengi dengan edukasi tentang manfaatnya. Misalnya, anak perlu diperkenalkan pada sumber protein hewani serta cara pengolahan makanan yang higienis untuk mencegah risiko penyakit.

Yoga menekankan bahwa orang tua perlu teliti dalam memperhatikan masa simpan daging serta memastikan proses memasaknya dilakukan hingga benar-benar matang.

MPASI: Bersih, Sehat, dan Aman

Ketika anak memasuki usia MPASI (Makanan Pendamping ASI), kebersihan dan penyimpanan makanan menjadi aspek yang sangat penting. Yoga menganjurkan agar MPASI yang disiapkan untuk konsumsi harian disimpan dengan cara dibekukan dalam suhu di bawah 5°C. Ini bertujuan untuk menjaga tekstur makanan sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri.

“Makanan bisa dipanaskan kembali pada suhu sekitar 60–65 derajat Celsius agar bakteri mati,” jelasnya.

Gizi Disesuaikan dengan Kebutuhan Anak

Setiap anak memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Bila anak kekurangan zat besi, Yoga menyarankan pemberian hati ayam yang kaya kandungan zat besi. Untuk kebutuhan lemak sehat, orang tua dapat memberikan ikan laut.

Namun, jika ada kekhawatiran terkait kontaminasi seperti merkuri pada ikan, Yoga menyarankan agar makanan diganti secara bergantian (rotasi) dengan menu lain yang setara gizinya. Makanan yang telah difortifikasi juga dapat menjadi pilihan alternatif.

“Kita tidak bisa terus-menerus hanya mengandalkan satu jenis makanan. Semakin beragam makanan yang dikonsumsi, akan semakin lengkap asupan nutrisinya,” ujar Yoga.

Kunci: Variasi, Edukasi, dan Kesadaran

Pemberian makanan sehat tidak lepas dari variasi bahan makanan, pengetahuan orang tua tentang gizi, serta kebiasaan makan yang dibangun sejak dini.

Dengan memahami prinsip-prinsip dasar ini, orang tua tidak hanya menyehatkan anak secara fisik, tetapi juga membentuk pola pikir anak terhadap pentingnya makan sehat di masa depan.