Jakarta, tiradar.id – Para ibu hamil sering kali diberi saran untuk berhenti merokok demi kesehatan diri dan janin yang dikandungnya. Namun, berhenti merokok bukanlah hal yang mudah, karena seringkali diikuti oleh peningkatan berat badan yang signifikan dan berbagai komplikasi yang terkait dengan obesitas, seperti hipertensi.
Sebuah studi terbaru yang dikutip dari Medical Daily pada Minggu lalu, memberikan gambaran yang menarik. Studi ini mengungkap bahwa manfaat dari berhenti merokok jauh lebih besar daripada risiko yang terkait dengan terus merokok, seperti kematian janin dan kelahiran prematur.
Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Hypertension menyarankan bahwa wanita hamil yang berhenti merokok sebaiknya juga mendapatkan konseling tentang nutrisi dan olahraga untuk mencegah peningkatan berat badan gestasional yang berlebihan.
Morgan Dunn, penulis utama studi tersebut, menyatakan, “Rokok adalah penghambat nafsu makan yang kuat, sehingga para perokok yang berhenti cenderung mengalami peningkatan berat badan yang signifikan, terutama ketika mereka masih mengalami gejala penarikan.”
Penelitian ini melibatkan lebih dari 22 juta wanita hamil. Hasilnya menunjukkan bahwa risiko hipertensi lebih tinggi pada perokok yang terus merokok dan yang telah berhenti merokok, dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak merokok.
Meskipun begitu, risiko hipertensi ini cenderung meningkat dengan peningkatan berat badan yang lebih besar dan indeks massa tubuh yang tinggi. Lebih dari 17 persen dari para perokok yang menjadi obes mengalami gangguan hipertensi.
Namun, berhenti merokok terbukti sangat mengurangi risiko kematian janin. Studi ini mencatat penurunan lebih dari 80 persen dalam kematian janin pada ibu hamil yang berhenti merokok.
Selain itu, berhenti merokok juga berhubungan dengan penurunan risiko melahirkan prematur. Para perokok yang konsisten memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan prematur dibandingkan dengan bukan perokok dan mereka yang berhenti merokok.
Dunn menekankan bahwa manfaat berhenti merokok jauh lebih besar daripada masalah yang terkait dengan peningkatan berat badan. Oleh karena itu, dia merekomendasikan agar dokter memberikan saran untuk berhenti merokok sambil memberikan konseling nutrisi yang dapat membantu meminimalkan peningkatan berat badan.
Dengan demikian, berhenti merokok selama kehamilan bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi ibu, tetapi juga melindungi kesehatan janin dari berbagai risiko yang terkait dengan merokok dan obesitas. Langkah ini penting untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.


