Jakarta, tiradar.id – Bekerja atau beraktivitas terlalu lama di depan komputer atau perangkat digital, seperti laptop dan smartphone, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita.
Namun, ini juga berarti kita harus menghadapi risiko gangguan kesehatan, terutama pada mata. Salah satu masalah kesehatan yang sering muncul akibat aktivitas di depan layar adalah Digital Eye Strain (DES).
Apa itu DES, dan bagaimana kita dapat mencegahnya?
Digital Eye Strain, atau DES, adalah sekelompok masalah kesehatan yang berkaitan dengan mata dan penggunaan perangkat elektronik digital dalam jangka waktu yang lama. DES terjadi ketika kita terlalu lama mengamati layar perangkat digital, seperti komputer, tablet, atau smartphone. Gejalanya meliputi mata kering, mata berair, mata terasa terbakar, dan rasa tidak nyaman lainnya.
Spesialis mata, dr. Antonia Kartika, SpM(K), MKes, menjelaskan bahwa mata bisa mengeluarkan lebih banyak air sebagai mekanisme kompensasi. Ketika mata menjadi terlalu kering karena kurangnya kedipan atau terlalu lama terpapar layar, saraf akan memberi sinyal ke otak untuk memproduksi lebih banyak air mata. Gangguan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak, mengingat penggunaan gadget yang semakin meluas di kalangan mereka.
Selain itu, DES juga dapat mempengaruhi kemampuan mata untuk berakomodasi, yaitu penyesuaian fokus mata. Hal ini dapat mengakibatkan mata menjadi buram, penglihatan ganda, kesulitan membaca objek yang dekat, dan kesulitan dalam mengubah fokus pandangan mata.
Selain gangguan pada mata, DES juga dapat berdampak ekstraokular, seperti nyeri leher, sakit kepala, nyeri bahu, dan nyeri punggung. Ini menunjukkan bahwa masalah akibat penggunaan gadget dalam jangka waktu yang lama tidak hanya berdampak pada mata, tetapi juga pada kenyamanan tubuh secara keseluruhan.
Langkah-langkah Pencegahan DES
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah Digital Eye Strain ketika bekerja atau beraktivitas lama di depan layar:
- Mengatur Postur Duduk yang Benar dan Tegak: Pastikan duduk dengan postur yang benar dan tegak. Hal ini akan membantu mengurangi tekanan pada leher dan punggung serta meningkatkan kenyamanan saat bekerja di depan layar.
- Mengatur Jarak Layar: Pastikan jarak antara mata dan layar tidak terlalu dekat. Idealnya, layar harus sejauh 20-26 inci dari mata Anda.
- Mengatur Sudut Penglihatan: Atur sudut pandangan mata Anda ke layar sekitar 15-20 derajat di bawah garis mata. Ini akan membantu mengurangi tegangan pada mata.
- Menghindari Glare Lampu: Atur pencahayaan di sekitar Anda sehingga tidak ada silau atau pantulan yang mengganggu pada layar.
- Menjaga Keseimbangan Pencahayaan: Pastikan keseimbangan pencahayaan antara lingkungan di sekitar Anda dan layar. Terlalu banyak atau terlalu sedikit cahaya bisa menjadi masalah.
- Gunakan Layar dengan Resolusi yang Baik: Layar dengan resolusi yang baik akan membantu mengurangi ketegangan mata.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat mengurangi risiko Digital Eye Strain saat menggunakan perangkat digital dalam jangka waktu yang lama.
Ingatlah untuk beristirahat sesekali, berkedip dengan lebih sering, dan lakukan latihan mata untuk menjaga kesehatan mata Anda. Kesehatan mata yang baik akan membantu Anda tetap produktif dan nyaman selama bekerja di depan layar.


