Ragam  

Kesemutan Sebagai Gejala Stroke, Kenali dan Tangani Segera

Jakarta, tiradar.id – Stroke, juga dikenal sebagai penyakit “penyumbatan otak,” merupakan kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai oleh semua orang.

Gejala stroke sangat bervariasi, namun ada satu gejala yang perlu diperhatikan: kesemutan. Pakar neurologi dr. Sigit Dewanto H., Sp.N, FINS, FINA dari Universitas Diponegoro menjelaskan bahwa kesemutan yang menjadi gejala stroke biasanya terjadi di satu sisi tubuh terlebih dahulu, entah itu di sisi kiri atau kanan.

Dr. Sigit mengingatkan, “Kelemahan atau kesemutan pada wajah, tangan, dan kaki, biasanya terjadi pada satu sisi terlebih dahulu, jadi kanan atau kiri. Jika kesemutan menyebar ke seluruh tubuh atau terjadi di kedua sisi tubuh, tangan dan kaki, itu kemungkinan bukan stroke. Demikian juga jika hanya satu tangan yang mengalami kesemutan, hal tersebut juga mungkin bukan gejala stroke.”

Stroke adalah kondisi serius yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu tiba-tiba atau mendadak. Gangguan ini seringkali disebabkan oleh penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan terhentinya aliran oksigen dan nutrisi ke jaringan otak, sehingga menyebabkan kerusakan otak.

Selain kesemutan, gejala stroke lainnya yang perlu diwaspadai meliputi:

  1. Nyeri kepala yang hebat dan tidak pernah dirasakan sebelumnya. Nyeri kepala tanda stroke berbeda dengan sakit kepala biasa.
  2. Pingsan atau kehilangan kesadaran.
  3. Vertigo atau rasa pusing berputar.
  4. Kebingungan dan kesulitan berbicara.
  5. Kesulitan melihat atau gangguan penglihatan.
  6. Kesulitan berjalan atau masalah dengan keseimbangan tubuh.

Dr. Sigit juga menjelaskan bahwa gejala stroke mungkin bervariasi tergantung pada area otak yang terpengaruh. Sebagai contoh, seseorang yang mengalami stroke mungkin tiba-tiba tidak dapat mendengar dengan baik, mencium bau, atau bahkan mengalami gangguan ingatan.

Yang perlu diingat adalah bahwa gejala stroke selalu datang secara tiba-tiba. Jika ada gejala sebelumnya atau gejala yang muncul secara bertahap, itu mungkin bukan stroke, melainkan bisa menjadi tanda penyakit lain, seperti tumor otak.

Menurut dr. Sigit, stroke dan serangan jantung saat ini merupakan penyebab kematian bagi lebih dari 15 juta orang setiap tahunnya. Penting untuk diingat bahwa kedua penyakit ini tidak hanya memengaruhi orang yang lebih tua, tetapi juga individu di bawah usia 65 tahun. Oleh karena itu, tindakan pencegahan sangat penting dalam mengurangi risiko terkena stroke.

Dia mengatakan, saat ini stroke dan serangan jantung membunuh lebih dari 15 juta orang per tahun. Dua penyakit ini banyak dialami individu berusia di bawah 65 tahun dan seharusnya dapat dicegah.

Khususnya stroke, diketahui memiliki kemungkinan adanya gejala sisa atau cacat yang tinggi.

“Penyakit lain mungkin bisa sembuh sempurna, tetapi kalau stroke ini banyak yang cacat,” demikian kata Sigit.