Israel Mulai Bombardir Terowongan Hamas yang Berada di Bawah Gaza

Jack Guez/AP Photo

Jakarta, tiradar.id – Terowongan bawah tanah yang digunakan oleh Hamas di Gaza menjadi target Israel dalam serangan militer. Israel mengklaim telah menyerang 150 sasaran bawah tanah di Gaza, termasuk ‘terowongan teror,’ dengan menggunakan jet tempur.

Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban di pihak Hamas. Menhan Israel Yoav Gallant menyatakan bahwa perang telah memasuki fase baru, dengan peningkatan aktivitas pasukan darat di Gaza, yang mencakup serangan di atas dan di bawah tanah.

Meskipun Israel memiliki keunggulan teknologi, diprediksi mereka akan menghadapi kesulitan dalam menghancurkan seluruh terowongan yang dikenal sebagai Gaza Metro, yang diklaim oleh pemimpin Hamas memiliki panjang sekitar 500 kilometer.

Beberapa dari terowongan ini memiliki kedalaman hingga 40 meter dan mampu menahan bom seberat 455 kilogram. Terowongan ini digunakan oleh Hamas sebagai tempat markas, penyimpanan senjata, serta untuk mempersiapkan serangan darat.

John Spencer dari Modern War Institute menyebut terowongan tersebut sebagai elemen penting dalam strategi perang gerilya Hamas melawan Israel. Namun, upaya Israel untuk menghancurkan seluruhnya belum memiliki solusi yang benar-benar efektif. Terowongan ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti pasokan listrik, ventilasi, serta persediaan makanan dan air sendiri.

Hamas dapat memanfaatkan jaringan terowongan bawah tanah ini untuk memindahkan pejuang mereka ke lokasi yang strategis atau menjauhkan mereka dari ancaman yang sulit diatasi.

Upaya untuk mendeteksi dan menghancurkan terowongan tersebut sangat kompleks, meskipun Israel telah melatih divisi komando khusus dan menggunakan berbagai metode termasuk penggunaan bom dan bahkan pelatihan anjing untuk membantu dalam misi ini.