Ragam  

Gejala Depresi Akibat Media Sosial Lebih Banyak Dialami oleh Remaja Perempuan

Jakarta, tiradar.id – Dalam dunia yang semakin terhubung melalui teknologi, media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi para remaja.

Namun, sebuah penelitian dari University College London (UCL) mengungkapkan bahwa dampak penggunaan media sosial dapat lebih terasa pada remaja perempuan, yang dua kali lebih mungkin menunjukkan gejala depresi pada usia 14 tahun dibandingkan dengan remaja lelaki.

Penelitian ini merupakan yang pertama dari jenisnya yang secara khusus melihat hubungan antara media sosial dan gejala depresi pada usia remaja. Hasil penelitian ini disampaikan dalam jurnal EclinicalMedicine, dan didasarkan pada analisis data hampir 11.000 anak berusia 14 tahun dari Millennium Cohort Study (MCS).

Mengapa Remaja Perempuan Lebih Terpengaruh?

Menurut penelitian tersebut, ada dua faktor utama yang menjadi penyebab media sosial berdampak pada kesehatan mental, terutama bagi remaja perempuan: pelecehan daring dan gangguan tidur. Remaja perempuan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dan lebih aktif dalam obrolan di situs, yang meningkatkan risiko mereka mengalami dampak psikologis yang lebih buruk.

Faktor Pelecehan Daring

Pelecehan daring mencakup segala bentuk perilaku beracun yang dialami dalam lingkungan online, seperti pelecehan verbal, perundungan daring, dan ancaman. Remaja perempuan seringkali menjadi target utama pelecehan daring, yang dapat merusak harga diri dan kesejahteraan mental mereka. Rasa tidak aman yang timbul dari pengalaman tersebut dapat berkontribusi pada gejala depresi.

Gangguan Tidur

Gangguan tidur juga merupakan dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Remaja, terutama remaja perempuan, seringkali tergoda untuk menghabiskan waktu di media sosial hingga larut malam. Hal ini dapat mengganggu pola tidur mereka, yang kemudian berdampak pada kualitas tidur dan kesehatan mental. Gangguan tidur telah terbukti menjadi faktor risiko yang signifikan dalam perkembangan gejala depresi.

Upaya Menekan Dampak Negatif

Penulis penelitian, Profesor Yvonne Kelly, menjelaskan bahwa hubungan antara penggunaan media sosial dan gejala depresi lebih kuat bagi remaja perempuan dibandingkan dengan remaja lelaki.

Remaja perempuan cenderung lebih aktif di media sosial dan penggunaan yang berlebihan secara bertahap meningkatkan gejala depresi. Namun, penelitian juga menemukan bahwa skor gejala depresi lebih tinggi pada remaja lelaki yang menggunakan media sosial selama tiga jam atau lebih per hari.

Kepala Eksekutif Royal Society of Public Health (RSPH), Shirley Cramer, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan pemahaman di antara orang tua, sekolah, dan pembuat kebijakan tentang peran media sosial dalam kesehatan mental kaum muda kita. Terutama, perhatian harus diberikan terhadap peningkatan risiko yang dihadapi remaja perempuan.

Penelitian ini menjadi peringatan bagi semua pihak yang terlibat dalam mendidik, membimbing, dan mengasuh generasi muda untuk mengambil tindakan yang proaktif dalam memitigasi dampak negatif penggunaan media sosial pada kesehatan mental remaja perempuan.

Dengan pemahaman yang lebih baik dan langkah-langkah preventif yang tepat, kita dapat membantu menciptakan lingkungan online yang lebih aman dan mendukung perkembangan kesejahteraan psikologis para remaja.